0
tarsius-bancanus-saltator

Monyet Kecil yang Unik, Langka dan Menggemaskan

Tarsius Bancanus Saltator atau dalam bahasa local Belitung dikenal dengan “pelilean” adalah salah satu jenis Tarsius yang baru ditemukan dan masuk dalam daftar appendix dunia melengkapi dari beberapa jenis Tarsius lainnya yang sudah lebih dahulu teridentifikasi. Variasi speciesnya ditemukan juga di Sumatra, Borneo, Sulawesi (Indonesia) serta pulau Bohor, Samar, Mindanau, dan Leyte (Philipina). Matanya yang bulat lebar dan hidungnya yang lucu sangat menarik untuk dilihat sementara ukurannya yang kecil pas banget bila berada di genggaman tangan kita. Hewan mirip monyet ini memakan serangga yang sering keluar dari kayu bekas terbakar atau arang kayu.

Tarsius Bancanus Saltator ini adalah hewan yang sangat aktif dan menarik dengan ciri-cirinya yang khas. Meski tubuhnya dibalut dengan bulu warna abu-abu, ekornya yang sepanjang kira-kira 232mm hampir tidak berbulu alias gundul. Dari kepala hingga ekor panjangnya antara 118-149mm dengan berat 113-142 gram. Yang mengesankan dari hewan ini adalah mata besarnya yang menonjol yang sepertinya tidak pas dibandingkan dengan tubuh mungilnya. Ukuran rongga matanya hingga melebihi ukuran tempurung otak dan perutnya.

Tangan dan kakinya mempunyai jari-jari yang mirip dengan manusia yang digunakannya untuk bertengger di pohon dan ekornya digunakan untuk keseimbangan. Anda bisa melihat saat jari tengahnya mulur dan tulang pergelangannya yang panjang bekerja seperti shock absorber. Hal ini membantunya melompat dari dahan yang satu ke dahan yang lainnya dengan mudah. Kepalanya sangat mirip dengan kepala burung hantu karena bentuknya dan pertemuan yang unik di tengah-tengah sinus dan tengkoraknya membuatnya mampu memutar kepalanya 180 derajat. Tarsier juga memiliki gigi-gigi yang tajam untuk membantunya memangsa serangga selama berburu di malam hari.

Tarsier lebih suka tinggal di lubang-lubang di pohon atau akar-akar bambu meski masih mungkin menemukannya di tempat lain. Hewan ini banyak melakukan aktivitasnya di malam hari, meski sekali-kali Anda bisa memergokinya di siang hari.

Saat ini Tarsius di Belitung semakin terancam keberadaannya akibat kerusakan di habitat hutan alamnya. Pembukaan lahan hutan dengan dibakar, perkebunan besar dan illegal logging menjadi biang keladi menurunnya jumlah tarsius. Untuk itu kami bekerjasama dengan GEF dan UNEP serta Pemkab Beitung berupaya untuk melakukan upaya konservasi terhadap Tarsius yang mana saat ini difokuskan di tempat Wisata Alam terpadu Batu Mentas, HL Gunung Tajam, Kecamatan Badau.

Sebagai bagian dari program, saat ini kami juga telah mengembangkan wisata Tarsius Watching yang merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan dan mensuppport upaya konservasi Tarsius Bancanus Saltator….

U wanna watches n feel the passion of hunting Tarsius in Belitung???

Lets Adventure with Belitungadventure Team…

tarsius-bancanus-saltator-belitung



A smallest and most unique animals in the world , this animal is known by the people of Belitung with Pelilean . in general have characterized , large eyes and ears wide in comparison to their size . This animal can rotate up to 180 ° head and looked back without changing his position . long tail almost double his size .    Tarsius out looking for food and perform other activities at night ( nocturnal ) and these animals live or stay in a tree at a height of 0.5 to 2 meters . semi- hanging and jumping movements .   To mark territory and footprint area , these animals are always throwing urine on trees flown in , on the day the animal is sleeping under a canopy of leaves and do not make nests . Tarsius are insect eaters such as grasshoppers , beetles , ladybugs , and crickets . Primates also eating lizards , small snakes , bats , and small birds .   Since 1931, the Tarsius are already protected by the Wild Animals Protection Ordinance No. 266 1931, strengthened by UU No . 5 1990 and Ministerial Decree dated 10 June 1991 No.301/Kplts-II/1991 .   Tarsius are also included in the list of prohibited animals in trade in CITES Appendix II list. In particular species of Tarsius Belitung is TARSIUS BANCANUS SALTATOR is based on research conducted by Mr.Dr.Indra Yustian , M.Si ( Researchers from the Department of Biology , Faculty of MIPA, University of Sriwijaya ) has been listed in the IUCN since 6 October 2008 , and since 2011TARSIUS BANCANUS SALTATOR has been set as the icon fauna Prov . Bangka Belitung

Post a Comment Blogger

 
Top